Minggu, 03 Desember 2023

Temui Presiden Jokowi, BYD Pabrikan Otomotif Asal Tiongkok Akan Pasarkan Mobil Listrik di Indonesia


Sinyalemen satu lagi pabrikan otomotif asal Tiongkok akan menjajakan produknya semakin terang. Pabrikan tersebut adalah merek BYD yang tertarik terlibat dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.

Meskipun BYD masih menunggu aturan berupa insentif yang akan dikeluarkan pemerintah Indonesia, namun terlihat para petinggi BYD menemui Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

Hal ini terekam dalam unggahan foto di Instagram pribadi Erick Thohir yang merupakan Menteri BUMN, yang juga mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Dalam caption foto yang diunggah sang Menteri tertulis "Mendampingi Presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo menerima jajaran pimpinan BYD di Istana Merdeka".

Sebagai informasi, BYD merupakan perusahaan manufaktur kendaraan listrik terbesar di dunia. Pabrikan otomotif asal Tiongkok tersebut melihat potensi besar Indonesia dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik."BYD melihat potensi besar Indonesia dan berminat untuk menjajaki kerja sama pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik dan energi hijau di Tanah Air," ujar Erick.

Jauh sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengungkapkan bahwa BYD akan segera memasuki pasar otomotif Indonesia. Disebutkan juga kalau BYD akan merakit lokal mobilnya dalam bentuk completely knock down (CKD) di Tanah Air.

Sambil menunggu pabrik yang akan dibangun, pemerintah mengizinkan BYD untuk menjual mobilnya di Indonesia dalam bentuk completely built up (CBU) atau diimpor utuh dari Tiongkok.

Sebagaimana diketahui, salah satu pemegang saham BYD adalah perusahaan milik Warren Buffet yakni Berkshire Hathaway. Perusahaan tersebut sampai pada Februari 2023 memegang saham sebanyak 12,9%.

Meskipun nantinya masih dalam status impor, pemerintah akan membebaskan pajak impor mobil listrik yang dimasukkan ke Indonesia. Namun dengan catatan pembebasan pajak ini hanya berlaku untuk produsen otomotif yang telah berkomitmen membangun pabrik di Indonesia.

 

0 Post a Comment:

Posting Komentar